Jumat, Januari 30, 2009

SEKILAS TENTANG HAMAS
HAMAS sebuah kelompok perjuangan pembebasan Palestina yang belakangan mulai dikenal dan bahkan menjadi fenomenal, sebuah kelompok yang dibenci dan bahkan sangat ditakuti oleh Israel, AS dan sekutunya, organisasi yang dikatakan “Teroris” oleh AS dan sekutunya. Dikarenakan HAMAS banyak menembakkan roket-roketnya, padahal roket tersebut hanya buatan sendiri secara konvensional dan hanya mempunyai leak yang tidak seberapa disbanding yang kita sekarang saksikan kini, serta menggunakan operasi bom syahid (seakan bom syahid menjadi trade mark HAMAS). Melalui tulisan ini kita akan melihat dan mencoba mengenal dekat tentang gerakan yang bernama HAMAS tersebut.
Berawal tanggal 6 Desember 1987 dari sebuah tindakan yang dilakukan semena-mena oleh salah seorang sopir Zionis Israel, yang ketika itu dengan sengaja menabrak 4 orang Palestina hingga Syahid. Sehingga muncullah sebuah gerakan yang dikenal dengan kemunculan Intifadho l (satu) yang sangat heroic. Dengan bermodalkan batu, pisau dapur, dan alat sederhana lainnya seluruh rakyat Palestina bersatu padu melawan tentara zionis Israel.
Pada tanggal 14 Desember 1987 muncul sebuah tahapan baru dalam jihad rakyat Palestina, terbentuklah sebuah gerakan perjuangan/perlawanan Islam HAMAS (Harokah Al Muqowwamah Al Islamiyyah) yang dipelopori oleh 7 pejuang Palestina, diantaranya adalah Syaikh Ahmad Yassin, DR Ibrahim Al Bazuri (perwakilan dari Gaza City), Abdul Fatah Dakhon (perwakilan wilayah tengah), DR Abdul Azzis Ar Rantisi (perwakilan Khon Younis), Isa An Nasyar (perwakilan kota Rafah), dan Sholah Syahadah (perwakilan wilayah utara). Pada awalnya bernama HAMAS akan tetapi diganti kemudian menjadi HAMAAS dengan ditambah huruf alif dibelakang huruf mim yang dalam bahasa arab berarti kekuatan/aktivitas/ketekunan.
Adapun struktur sayap dari HAMAS terdiri dari 4 bagian :
1. Sayap mobilisasi massa
2. Sayap keamanan (dahulu bernama MAJD) yang dibentuk pada tahun 1983
3. Sayap militer (Brigadir Asy Syahid ‘Izzudin Al Qossam ) sebelumnya bernama Mujahidu Filisthin atau Al Mujahidun
4. Sayap politik
Tokoh-tokoh HAMAS dikarenakan perjuangannya yang sungguh-sungguh banyak yang akhirnya dipenjarakan, bahkan dibunuh oleh penjajah zionis Israel, seperti yang dialami oleh pemimpin HAMAS pada tahun 2004 Syaikh Ahmad Yassin yang mengalami kelumpuhan total di seluruh badan terkecuali kepala, dirudal dari helicopter Appache milik Zionis Israel, setelah pulang dari melaksanakan sholat Shubuh berjamaah di masjid. Begitu pula dengan DR Abdul Azzis Ar Rantisi yang merupakan pengganti Syaikh Yassin sebagai pemimpin HAMAS, ditembaki mobilnya oleh tentara zionis Israel sebulan setelah kejadian Syahidnya Syaikh Yassin. Setelah itu HAMAS tidak lagi mengumumkan siapa pemimpin dari HAMAS dikarenakan bahaya yang selalu datang mengancam dari penjajah zionis Israel.
Pada tahun 2006 ketika diadakan pemilu demokratis di Palestina, diluar analisa para pengamat baik dalam maupun luar negeri di Palestina, HAMAS dinyatakan menang pada pemilu tersebut dengan meraih 132 kursi di dewan legislative, atau sebesar kurang lebih 70% (Single Majority) dari total suara yang otomatis maka kursi pemerintahan berhak diduduki oleh HAMAS. Padahal berdasarkan perhitungan cepat di Univ Beit Hanun Fatah unggul 46,4% sementara HAMAS hanya 39,8%. Hal itu dikarenakan rakyat Palestina sudah bosan melihat pejabat Fatah yang korup, dan terlalu “menjilat” terhadap penjajah Israel dan sekutunya AS. Sedangkan HAMAS dinilai dapat meyalurkan aspirasi rakyat Palestina. Hal itu didasari karena HAMAS melakukan aksi atau kerja yang nyata mulai dari membangun madrasah, rumah sakit, universitas, menjadi guru bagi anak-anak rakyat Palestina hal itu untuk membantu meringankan penderitaan Palestina yang memang sangat memprihatinkan dari tahun 1948 yang dikenal dengan peristiwa Naqba (bencana besar), 1967 bahkan sampai sekarang ini. Dan juga sikap yang tegas yang dimiliki oleh HAMAS terhadap penjajah zionis Israel yang tidak mengakui entitas dan eksistensi mereka sebagai sebuah Negara dan bangsa, HAMAS berkeyakinan bahwa setiap penjajah harus keluar dari tanah air mereka, dan melindungi tanah wakaf kaum Muslimin dunia dimana terdapat masjid Al Aqsho Al Mubarok tempat Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan kiblat pertama umat Muslim dari tangan kotor zionis Israel.
Akan tetapi Israel, AS, dan sebagian negara-negara Eropa menolak dan memboikot hasil pemilu demokratis tersebut, dan inilah bukti nyata standar ganda yang dilakukan AS, dan sekutunya, ironis memang sebuah sekelompok negara yang mengaku “paling demokratis”, dan menyebarkan paham demokrasi keseluruh dunia menolak mentah-mentah hasil pemilu yang secara sah dimenangkan oleh HAMAS. Semenjak saat itu pemerintahan HAMAS dihentikan bantuannya dari sumbangan-sumbangan yang selama ini mereka berikan pada pemerintahan Fatah untuk digunakan sebagai gaji para pegawai pemerintahan, dan membangun infrastruktur. Dengan alasan bahwa bantuan tersebut akan digunakan oleh HAMAS untuk membuat dan membeli senjata yang akan digunakan menyerang Israel.
Memang rakyat Palestina merupakan bangsa yang teguh dan sabar, mereka akhirnya menyerahkan hartanya dan dukungan riil terhadap pemerintahan HAMAS, dan beruntung mereka mempunyai pemimpin yang amanah seperti PM Palestina Ismail Haniyah (dari fraksi HAMAS) yang sudah tidak memiliki harta lagi karena sudah diprioritaskan untuk membayar gaji pegawai pemerintahan. Ketika pada khutbah Jum’at di masjid kamp Jabaliya, Ia mengatakan dengan tegas “kita lebih baik makan daun za’tar, garam, dan zaitun daripada mengakui penjajahan zionis. Palestina didukung oleh Allah SWT dan rakyatnya.”
Dan tidak lama kemudian terjadi peristiwa yang menyakitkan yang dialami oleh pemerintahan koalisi yang dipegang HAMAS, secara sepihak posisi Perdana Menteri Ismail Haniyah dipecat oleh Abu Mazin (Mahmoud Abbas) dengan tanpa alasan yang jelas selaku Presiden Palestina dari Fatah, untuk kemudian digantikan dengan Salman Fayyed, dikarenakan mendapat tekanan yang luar biasa oleh Israel, AS, dan sekutunya. Dikarenakan hal itu pula maka mulai timbul pertikaian sesama bangsa Palestina. Diancamnya kader-kader HAMAS, diintimidasi bahkan beberapa dibunuh diakibatkan dari pertikaian antar sesama anak Palestina tersebut yang disebabkan oleh politik devide it impera yang dilakukan Israel, AS dan sekutunya. Sehingga kemudian para pejuang HAMAS berhasil mengusir para tentara Fatah dari jalur Gaza (Gaza Strip), sedangkan otoritas Palestina PLO yang mayoritas Fatah menguasai Tepi Barat (West Bank).
HAMAS pun menguasai jalur Gaza dan menjalankan pemerintahannya didaerah tersebut. Ketika HAMAS menguasai daerah tersebut seketika pula penjajah zionis Israel memblokade dan menutup perbatasan yang mereka kuasai sehingga bantuan kemanusiaan dari Negara lain dan PBB, tidak dapat masuk, sekalipun berhasil hanya sedikit yang masuk dan dalam jangka waktu yang lama. Sedangkan perbatasan dengan Mesir di kota Rafah tidak dibuka juga dikarenakan pemerintah Mesir mendapat tekanan yang luar biasa hebat dari Israel, AS dan sekutunya. Tidak berhenti disitu saja, penjajah zionis Israel pun memutuskan listrik dan pasokan bahan bakar keseluruh Jalur Gaza. Sehingga ketika malam hari seluruh kawasan Jalur Gaza gelap gulita, dan rakyat Palestina pun kekurangan air bersih. Padahal menurut hukum internasional Israel sebagai bangsa penjajah seharusnya memenuhi kebutuhan listrik, bahan bakar, serta kebutuhan lainnya. Praktis rakyat Palestina membuat terowongan yang diperkirakan banyaknya mencapai 400 buah dengan kedalaman 12 meter hanya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka yang dipasok dari perbatasan kota Rafah Mesir.
Pada bulan Juli tahun 2008 HAMAS beserta faksi-faksi perjuangan lainnya mengadakan perjanjian gencatan senjata selama 6 bulan dengan Israel, yang berisi point penting bahwa harus dibukanya blokade perbatasan Jalur Gaza dan membiarkan bantuan kemanusiaan masuk kedalam Jalur Gaza. Memang HAMAS dan faksi-faksi perjuangan lainnya mentaati perjanjian tersebut, akan tetapi Israel tidak dapat mentaati perjanjian tersebut dengan tidak dibukanya blokade perbatasan dan mengakhiri segala blokadenya terhadap rakyat Palestina yang berada di Jalur Gaza. Dan pada bulan Desember 2008 ketika berakhirnya gencatan senjata maka HAMAS pun menembakkan roketnya ke daerah dekat perbatasan yang memicu “kemarahan” Israel. Hal itu dilakukan pejuang HAMAS agar blockade tersebut dibuka oleh Israel. Dengan alasan “membela diri” terjadilah seperti pada tanggal 27 Desember kemarin. Israel dengan restu AS menyerang dan memborbardir secara massif ke Jalur Gaza dengan menggunakan pesawat tempur F16 dan helicopter apachenya. Guna untuk menghentikan “serangan teroris” terhadap wilayah-wilayah mereka, hingga saat ini pun Israel masih menyerang daerah dengan jumlah penduduk sekitar 1.5 juta penduduk tersebut.
Mungkin itulah sedikit dan sekilas tentang HAMAS, sebuah gerakan yang masih konsisten hingga saat ini terhadap perjuangannya dengan berlandaskan dengan prinsip-prinsip Islam yang dianutnya. Yang tegas tidak akan tunduk terhadap penjajah zionis Israel dan selalu berusaha untuk membebaskan Masjid Al Aqsho Al Mubarok dan Palestina sebagai tanah wakaf kaum Muslimin dunia. Dan kita sebagai Umat Muslim seharusnya membantu mereka, tidak termakan segala bentuk pengarahan opini (baca: fitnah) dari media barat yang menganggap gerakan ini sebagai organisasi “Teroris”, baik dengan dana dan dukungan serta do’a.
Khaibar-khaibar Ya Yahud, Jaysu Muhammad Saufa Ya’ud
Al Aqsho Haqquna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar