Kamis, Januari 29, 2009

Menggugat Islam Liberal

MENGGUGAT ISLAM LIBERAL

Nama Islam berasal dari bahasa arab. Yang berasal dari istilah salima-yuslimu-istislam yang berarti tunduk atau patuh, selain juga yaslamu salam yang berarti selamat, sejahtera, atau damai. Sesuai dengan Al Qur'an surat An Nissa ayat 125 yang artinya Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya pada Allah, sedang dia pun mengikuti kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.
Islam sendiri adalah sebuah ideologi yang berasal dari Allah SWT (QS Al Jaatsiyah 18) Kemudian kami jadikan kamu berada diatas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.
Liberal dalam kamus bahasa Inggris diartikan sebagai pengikut liberalisme. Sedangkan liberalisme sendiri secara umum adalah mencita-citakan suatu masyarakat yang "bebas", didirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama (Wikipedia bebas bahasa Indonesia). Atau secara ringkas dapat diartikan sebuah paham yang mengeksploitasi sebuah kata yang bernama "kebebasan".
Pada umumnya sejarah mencatat bahwa istilah liberalisme ini bermula dari apa yang disebut dengan revolusi Perancis. Yang terkenal dengan semboyan liberte (kebebasan), fraternete (persaudaraan), egalite (persaudaraan). Sebuah slogan yang semu, dalam sejarah Indonesia Gubernur Jenderal Herman William Daendles seorang Perancis yang turut dalam peristiwa revolusi tersebut. Adalah seorang Gubernur Jenderal yang terkenal akan kekejamannya. Dialah yang memerintahkan pembuatan jalan Anyer-Panarukan, yang banyak mengorbankan nyawa bangsa Indonesia.
Akan tetapi mengenai ideologi "bebas" terhadap aturan dan berpikir ini, Al Qur'an sudah terlebih dahulu mencatatnya. Di dalam surat Al A'roof 12 Allah berfirman "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) diwaktu Aku menyuruhmu? Menjawab Iblis "Saya lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan aku dari api sedang ia Engkau ciptakan dari tanah.
Dalam hal ini Iblis menggunakan akal (logika) –nya terhadap perintah Allah secara langsung, dengan mengatakan "Saya lebih baik daripadanya” dikarenakan Iblis diciptakan dari api sedang Adam as dari tanah. Padahal Allah yang memerintahkan secara langsung untuk bersujud kepada Adam as, sedangkan para malaikat pun ikut mengikuti perintah Allah tanpa menggunakan logikanya. Karena qiyas (logika) tidak dapat dipakai ketika ada nash Al Qur'an yang kuat. Dan di sebabkan oleh akal yang "bebas" ini Iblis pun diusir oleh Allah dari surga dan mendapat predikat makhluk yang hina dan mendapatkan laknat sepanjang hidupnya itulah sebab ia bernama Iblis dari wazzan fi'il diambil dari kata al iblaas yang bermakna at tai'as (putus asa) terputus dari rahmat Allah SWT.
Jadi istilah Islam-Liberal sangatlah absurd dan rancu, sebuah istilah yang sangat tidak dapat diterima oleh dalil naqli maupun dalil aqli. Bagaimana mungkin Islam yang berarti tunduk dan patuh, dapat disandingkan dengan istilah liberal yang berarti bebas tidak terikat. Dan sangatlah mustahil ideologi yang bersumber dari Allah SWT, dapat disandingkan oleh ideologi yang bersumber dari Iblis La'natullah 'Alaihi.
Hendaknya kita sebagai Umat Islam janganlah terpengaruh atau bahkan mengikuti paham yang menyesatkan ini. Karena Iblis telah berjanji untuk terus menyesatkan manusia. Dalam Al Qur'an surat Al A'roof "Karena Engkau telah menghukumiku tersesat, aku akan benar-benar akan (menghalangi) dari jalan Engkau yang lurus.
Wa Allahu 'Alam Bi Shawab… Al Aqsho Haqquna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar