OBAMA DAN SEBUAH HARAPAN TENTANG PERUBAHAN
Yes, We Can-Change We Believe In. Adalah sebuah kumpulan kata-kata manis (baca: mantra) yang dapat menyihir seluruh warga dunia, khususnya di AS. Kumpulan kata yang dikeluarkan oleh seorang Barrack Hussein Obama keturunan Afro-Amerika, mantan Senator Illinois yang kini menjadi Presiden AS ke-44 menggantikan George W Bush. Yang dikenal selama ini dengan bang-bang diplomacy –nya (diplomasi ala koboy) terhadap beberapa Negara terutama Negara-negara Islam seperti Irak dan Afghanistan, dengan alasan perang global terhadap “Terorisme” War on Terorism pasca serangan 9/11.
Begitu derasnya pemberitaan yang dilakukan secara massif di media-media Indonesia khususnya. Seolah-olah menjadikan Obama sebagai Juru Selamat kaum Nasrani dan Sang Mesiah bagi kaum Yahudi. Maka timbul pertanyaan, apakah benar Mr Obama dapat merubah wajah Uncle Sam menjadi lebih ramah pasca rezim Bush, dan bagaimana kebijakan luar negerinya terhadap Negara Muslim, khususnya konflik paling krusial Israel-Palestina yang sudah ada puluhan tahun yang lalu?.
Dikarenakan masa kecilnya di Indonesia yang mayoritas Muslim, dan ayah kandung serta tirinya adalah seorang muslim. Dan juga menggunakan nama Hussein pada namanya, masyarakat dunia khususnya umat Muslim banyak berharap pada manusia yang satu ini akan misi perubahannya. Dan dalam berbagai pemberitaan Obama diberitakan akan lebih menggunakan jalur diplomasi dan perundingan Smart Power dengan “musus-musuhnya” terkait permasalahan nuklir Iran, penarikan tentara AS di Irak, penutupan penjara Guantanamo dan sebagainya. Benarkah demikian?. Terkait penarikan tentara AS di Irak, pernah Obama menegaskan hal itu (dalam debat presiden AS kedua), dilakukan untuk kemudian mengirim mereka ke Afghanistan memperkuat pasukan yang ada untuk membunuh Osama bin Laden, dan memberangus Al Qaeda, yang diklaim perang melawan “terror” yang sesungguhnya dan mempertahankan keamanan nasional negaranya.
Demikian pula kaitannya dengan konflik krusial Israel-Palestina. Sudah menjadi rahasia umum bahwa lobbi-lobbi Yahudi sangat kuat mencengkeram siapapun yang duduk di Gedung Putih. Hal itu dapat kita lihat dalam pidatonya di hadapan salah satu lobbi Yahudi AIPAC (America-Israel Public Affairs Comitte). Ia mengatakan “Ancaman Israel adalah ancaman kita (AS)”, dan juga Ia berkata tentang masalah Palestina “Kita harus mengisolasi HAMAS agar mengakhiri “Teror” terhadap Israel, dan mengakui hak-hak Israel”. Dan juga “Tidak ada negoisasi di meja perundingan dengan organisasi “Teroris” itulah mengapa saya menolak pemilu 2006 (yang dimenangkan HAMAS)”. Serta beberapa waktu lalu ketika di kota Sderot Israel, Ia mengatakan “Ketika anak-anak saya sedang tidur dirumah dan ada serangan roket kerumah saya, maka saya akan keluar dan melakukan apapun untuk menghentikan serangan tersebut, saya kira juga Israel akan melakukan hal yang sama”.
Kita juga dapat menebak arah kebijakan luar negerinya terkait tentang posisi pejabat-pejabat di lingkungan sekitarnya. Penunjukkan Rahm Emmanuel bekas tentara Israel (yang dijuluki “Rambho” oleh lawan politiknya karena sikapnya yang keras) sebagai Kepala Staff Gedung Putih yang ayahnya adalah bekas seorang anggota kelompok teroris Irgun. Pengangkatan Hillary Rodham Clinton senator New York sebagai Secretary of State (Menteri Luar Negeri) yang merupakan pesaingnya ketika bertarung pada kampanye pemilihan Presiden. Mantan Ibu Negara era Bill Clinton. Seorang AS yang sangat membela kepentingan Israel bahkan melebihi orang Israel sendiri. Seorang perempuan yang sangat berambisi menghancurkan Iran, dikarenakan khawatir akan mengganggu kemanan nasional sekutunya (Israel). Dan yang terakhir pengisian jabatan Secretary of Defense (Menteri Pertahanan) oleh Rober Gates yang pada era Bush juga dipercaya mengisi posisi yang sama. Seorang Menteri yang bersikeras untuk tetap mempertahankan tentara AS di Irak. Nama-nama tadi adalah para Hawkish (baca: haus perang) dan masih banyak lagi nama-nama yang lainnya untuk membela kepentingan nasional negaranya dan tentu saja para sekutunya, terutama Israel. Ya, karena Israel dan AS ibarat sebuah dua mata koin yang selalu berkaitan erat, dan tidak bisa lepas satu sama lainnya. Karena obama juga mengatakan “we as a friends of Israel”. Dan tentu sebagai sahabat, pemerintahan Obama akan berusaha mati-matian melindungi sahabatnya (Israel).
Khusus Indonesia banyak kalangan di Indonesia berharap Indonesia akan diuntungkan dengan terpilihnya Obama sebagai Presiden AS. Hal itu dikarenakan Ia pernah tinggal di Menteng Jakarta, dan mempunyai ayah tiri seorang Muslim Indonesia lalu berharap akan munculnya romantisme masa lalu. Penting untuk diketahui bahwa Ia hanya menghabiskan 4 tahun di Indonesia, itupun hanya pada masa kanak-kanak ketika waktu SD. Apakah hanya karena Ia mengatakan kangen dengan bakso, mie pangsit, nasi goreng lantas Ia akan membuat kebijakan yang bagus untuk Indonesia?. Pemerintahan Obama kini diwarisi oleh rezim Bush berupa krisis Ekonomi, yang parah sedemikian hebatnya semenjak Great Depression tahun 1930an. Dan ingat seorang Presiden tentu hanya akan mengedepankan kepentingan nasionalnya jauh diatas kepentingan nasional Negara lain. Dan juga Indonesia bukanlah “sahabat” AS.
Mungkin ada benarnya tausiyah dari KH Rahmat Abdullah (alm) Allahu Yarham. Beliau mengatakan “Sistem yang dibentuk zionis di AS telah berjalan dengan sangat baik. Sehingga, siapa pun yang menjadi Presiden, bahkan jika dia seekor monyet pun. Negara AS akan tetap seperti itu, tidak akan pernah berubah”. Melihat hal seperti itu tentunya kita akan bertanya-tanya benarkah mantra “Change” seperti yang digonjang-ganjingkan oleh Mr Obama akan diwujudkan. Hendaknya kita sebagai Umat Muslim janganlah terlalu banyak berharap akan terjadinya perubahan pada wajah AS dan selalu bersikap waspada. Kalau sewaktu rezim Bush, ia dengan tegas mengatakan perang terhadap terror yang membahayakan negaranya. Sedangkan Obama bersikap lebih “halus” dan mungkin saja dapat lebih berbahaya dari zaman rezim Bush. Hanyalah waktu yang dapat menjawabnya.
Wa Allahu ‘Alam Bi Showab Al Aqsho Haqquna
Jumat, Januari 30, 2009
SEKILAS TENTANG HAMAS
HAMAS sebuah kelompok perjuangan pembebasan Palestina yang belakangan mulai dikenal dan bahkan menjadi fenomenal, sebuah kelompok yang dibenci dan bahkan sangat ditakuti oleh Israel, AS dan sekutunya, organisasi yang dikatakan “Teroris” oleh AS dan sekutunya. Dikarenakan HAMAS banyak menembakkan roket-roketnya, padahal roket tersebut hanya buatan sendiri secara konvensional dan hanya mempunyai leak yang tidak seberapa disbanding yang kita sekarang saksikan kini, serta menggunakan operasi bom syahid (seakan bom syahid menjadi trade mark HAMAS). Melalui tulisan ini kita akan melihat dan mencoba mengenal dekat tentang gerakan yang bernama HAMAS tersebut.
Berawal tanggal 6 Desember 1987 dari sebuah tindakan yang dilakukan semena-mena oleh salah seorang sopir Zionis Israel, yang ketika itu dengan sengaja menabrak 4 orang Palestina hingga Syahid. Sehingga muncullah sebuah gerakan yang dikenal dengan kemunculan Intifadho l (satu) yang sangat heroic. Dengan bermodalkan batu, pisau dapur, dan alat sederhana lainnya seluruh rakyat Palestina bersatu padu melawan tentara zionis Israel.
Pada tanggal 14 Desember 1987 muncul sebuah tahapan baru dalam jihad rakyat Palestina, terbentuklah sebuah gerakan perjuangan/perlawanan Islam HAMAS (Harokah Al Muqowwamah Al Islamiyyah) yang dipelopori oleh 7 pejuang Palestina, diantaranya adalah Syaikh Ahmad Yassin, DR Ibrahim Al Bazuri (perwakilan dari Gaza City), Abdul Fatah Dakhon (perwakilan wilayah tengah), DR Abdul Azzis Ar Rantisi (perwakilan Khon Younis), Isa An Nasyar (perwakilan kota Rafah), dan Sholah Syahadah (perwakilan wilayah utara). Pada awalnya bernama HAMAS akan tetapi diganti kemudian menjadi HAMAAS dengan ditambah huruf alif dibelakang huruf mim yang dalam bahasa arab berarti kekuatan/aktivitas/ketekunan.
Adapun struktur sayap dari HAMAS terdiri dari 4 bagian :
1. Sayap mobilisasi massa
2. Sayap keamanan (dahulu bernama MAJD) yang dibentuk pada tahun 1983
3. Sayap militer (Brigadir Asy Syahid ‘Izzudin Al Qossam ) sebelumnya bernama Mujahidu Filisthin atau Al Mujahidun
4. Sayap politik
Tokoh-tokoh HAMAS dikarenakan perjuangannya yang sungguh-sungguh banyak yang akhirnya dipenjarakan, bahkan dibunuh oleh penjajah zionis Israel, seperti yang dialami oleh pemimpin HAMAS pada tahun 2004 Syaikh Ahmad Yassin yang mengalami kelumpuhan total di seluruh badan terkecuali kepala, dirudal dari helicopter Appache milik Zionis Israel, setelah pulang dari melaksanakan sholat Shubuh berjamaah di masjid. Begitu pula dengan DR Abdul Azzis Ar Rantisi yang merupakan pengganti Syaikh Yassin sebagai pemimpin HAMAS, ditembaki mobilnya oleh tentara zionis Israel sebulan setelah kejadian Syahidnya Syaikh Yassin. Setelah itu HAMAS tidak lagi mengumumkan siapa pemimpin dari HAMAS dikarenakan bahaya yang selalu datang mengancam dari penjajah zionis Israel.
Pada tahun 2006 ketika diadakan pemilu demokratis di Palestina, diluar analisa para pengamat baik dalam maupun luar negeri di Palestina, HAMAS dinyatakan menang pada pemilu tersebut dengan meraih 132 kursi di dewan legislative, atau sebesar kurang lebih 70% (Single Majority) dari total suara yang otomatis maka kursi pemerintahan berhak diduduki oleh HAMAS. Padahal berdasarkan perhitungan cepat di Univ Beit Hanun Fatah unggul 46,4% sementara HAMAS hanya 39,8%. Hal itu dikarenakan rakyat Palestina sudah bosan melihat pejabat Fatah yang korup, dan terlalu “menjilat” terhadap penjajah Israel dan sekutunya AS. Sedangkan HAMAS dinilai dapat meyalurkan aspirasi rakyat Palestina. Hal itu didasari karena HAMAS melakukan aksi atau kerja yang nyata mulai dari membangun madrasah, rumah sakit, universitas, menjadi guru bagi anak-anak rakyat Palestina hal itu untuk membantu meringankan penderitaan Palestina yang memang sangat memprihatinkan dari tahun 1948 yang dikenal dengan peristiwa Naqba (bencana besar), 1967 bahkan sampai sekarang ini. Dan juga sikap yang tegas yang dimiliki oleh HAMAS terhadap penjajah zionis Israel yang tidak mengakui entitas dan eksistensi mereka sebagai sebuah Negara dan bangsa, HAMAS berkeyakinan bahwa setiap penjajah harus keluar dari tanah air mereka, dan melindungi tanah wakaf kaum Muslimin dunia dimana terdapat masjid Al Aqsho Al Mubarok tempat Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan kiblat pertama umat Muslim dari tangan kotor zionis Israel.
Akan tetapi Israel, AS, dan sebagian negara-negara Eropa menolak dan memboikot hasil pemilu demokratis tersebut, dan inilah bukti nyata standar ganda yang dilakukan AS, dan sekutunya, ironis memang sebuah sekelompok negara yang mengaku “paling demokratis”, dan menyebarkan paham demokrasi keseluruh dunia menolak mentah-mentah hasil pemilu yang secara sah dimenangkan oleh HAMAS. Semenjak saat itu pemerintahan HAMAS dihentikan bantuannya dari sumbangan-sumbangan yang selama ini mereka berikan pada pemerintahan Fatah untuk digunakan sebagai gaji para pegawai pemerintahan, dan membangun infrastruktur. Dengan alasan bahwa bantuan tersebut akan digunakan oleh HAMAS untuk membuat dan membeli senjata yang akan digunakan menyerang Israel.
Memang rakyat Palestina merupakan bangsa yang teguh dan sabar, mereka akhirnya menyerahkan hartanya dan dukungan riil terhadap pemerintahan HAMAS, dan beruntung mereka mempunyai pemimpin yang amanah seperti PM Palestina Ismail Haniyah (dari fraksi HAMAS) yang sudah tidak memiliki harta lagi karena sudah diprioritaskan untuk membayar gaji pegawai pemerintahan. Ketika pada khutbah Jum’at di masjid kamp Jabaliya, Ia mengatakan dengan tegas “kita lebih baik makan daun za’tar, garam, dan zaitun daripada mengakui penjajahan zionis. Palestina didukung oleh Allah SWT dan rakyatnya.”
Dan tidak lama kemudian terjadi peristiwa yang menyakitkan yang dialami oleh pemerintahan koalisi yang dipegang HAMAS, secara sepihak posisi Perdana Menteri Ismail Haniyah dipecat oleh Abu Mazin (Mahmoud Abbas) dengan tanpa alasan yang jelas selaku Presiden Palestina dari Fatah, untuk kemudian digantikan dengan Salman Fayyed, dikarenakan mendapat tekanan yang luar biasa oleh Israel, AS, dan sekutunya. Dikarenakan hal itu pula maka mulai timbul pertikaian sesama bangsa Palestina. Diancamnya kader-kader HAMAS, diintimidasi bahkan beberapa dibunuh diakibatkan dari pertikaian antar sesama anak Palestina tersebut yang disebabkan oleh politik devide it impera yang dilakukan Israel, AS dan sekutunya. Sehingga kemudian para pejuang HAMAS berhasil mengusir para tentara Fatah dari jalur Gaza (Gaza Strip), sedangkan otoritas Palestina PLO yang mayoritas Fatah menguasai Tepi Barat (West Bank).
HAMAS pun menguasai jalur Gaza dan menjalankan pemerintahannya didaerah tersebut. Ketika HAMAS menguasai daerah tersebut seketika pula penjajah zionis Israel memblokade dan menutup perbatasan yang mereka kuasai sehingga bantuan kemanusiaan dari Negara lain dan PBB, tidak dapat masuk, sekalipun berhasil hanya sedikit yang masuk dan dalam jangka waktu yang lama. Sedangkan perbatasan dengan Mesir di kota Rafah tidak dibuka juga dikarenakan pemerintah Mesir mendapat tekanan yang luar biasa hebat dari Israel, AS dan sekutunya. Tidak berhenti disitu saja, penjajah zionis Israel pun memutuskan listrik dan pasokan bahan bakar keseluruh Jalur Gaza. Sehingga ketika malam hari seluruh kawasan Jalur Gaza gelap gulita, dan rakyat Palestina pun kekurangan air bersih. Padahal menurut hukum internasional Israel sebagai bangsa penjajah seharusnya memenuhi kebutuhan listrik, bahan bakar, serta kebutuhan lainnya. Praktis rakyat Palestina membuat terowongan yang diperkirakan banyaknya mencapai 400 buah dengan kedalaman 12 meter hanya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka yang dipasok dari perbatasan kota Rafah Mesir.
Pada bulan Juli tahun 2008 HAMAS beserta faksi-faksi perjuangan lainnya mengadakan perjanjian gencatan senjata selama 6 bulan dengan Israel, yang berisi point penting bahwa harus dibukanya blokade perbatasan Jalur Gaza dan membiarkan bantuan kemanusiaan masuk kedalam Jalur Gaza. Memang HAMAS dan faksi-faksi perjuangan lainnya mentaati perjanjian tersebut, akan tetapi Israel tidak dapat mentaati perjanjian tersebut dengan tidak dibukanya blokade perbatasan dan mengakhiri segala blokadenya terhadap rakyat Palestina yang berada di Jalur Gaza. Dan pada bulan Desember 2008 ketika berakhirnya gencatan senjata maka HAMAS pun menembakkan roketnya ke daerah dekat perbatasan yang memicu “kemarahan” Israel. Hal itu dilakukan pejuang HAMAS agar blockade tersebut dibuka oleh Israel. Dengan alasan “membela diri” terjadilah seperti pada tanggal 27 Desember kemarin. Israel dengan restu AS menyerang dan memborbardir secara massif ke Jalur Gaza dengan menggunakan pesawat tempur F16 dan helicopter apachenya. Guna untuk menghentikan “serangan teroris” terhadap wilayah-wilayah mereka, hingga saat ini pun Israel masih menyerang daerah dengan jumlah penduduk sekitar 1.5 juta penduduk tersebut.
Mungkin itulah sedikit dan sekilas tentang HAMAS, sebuah gerakan yang masih konsisten hingga saat ini terhadap perjuangannya dengan berlandaskan dengan prinsip-prinsip Islam yang dianutnya. Yang tegas tidak akan tunduk terhadap penjajah zionis Israel dan selalu berusaha untuk membebaskan Masjid Al Aqsho Al Mubarok dan Palestina sebagai tanah wakaf kaum Muslimin dunia. Dan kita sebagai Umat Muslim seharusnya membantu mereka, tidak termakan segala bentuk pengarahan opini (baca: fitnah) dari media barat yang menganggap gerakan ini sebagai organisasi “Teroris”, baik dengan dana dan dukungan serta do’a.
Khaibar-khaibar Ya Yahud, Jaysu Muhammad Saufa Ya’ud
Al Aqsho Haqquna
HAMAS sebuah kelompok perjuangan pembebasan Palestina yang belakangan mulai dikenal dan bahkan menjadi fenomenal, sebuah kelompok yang dibenci dan bahkan sangat ditakuti oleh Israel, AS dan sekutunya, organisasi yang dikatakan “Teroris” oleh AS dan sekutunya. Dikarenakan HAMAS banyak menembakkan roket-roketnya, padahal roket tersebut hanya buatan sendiri secara konvensional dan hanya mempunyai leak yang tidak seberapa disbanding yang kita sekarang saksikan kini, serta menggunakan operasi bom syahid (seakan bom syahid menjadi trade mark HAMAS). Melalui tulisan ini kita akan melihat dan mencoba mengenal dekat tentang gerakan yang bernama HAMAS tersebut.
Berawal tanggal 6 Desember 1987 dari sebuah tindakan yang dilakukan semena-mena oleh salah seorang sopir Zionis Israel, yang ketika itu dengan sengaja menabrak 4 orang Palestina hingga Syahid. Sehingga muncullah sebuah gerakan yang dikenal dengan kemunculan Intifadho l (satu) yang sangat heroic. Dengan bermodalkan batu, pisau dapur, dan alat sederhana lainnya seluruh rakyat Palestina bersatu padu melawan tentara zionis Israel.
Pada tanggal 14 Desember 1987 muncul sebuah tahapan baru dalam jihad rakyat Palestina, terbentuklah sebuah gerakan perjuangan/perlawanan Islam HAMAS (Harokah Al Muqowwamah Al Islamiyyah) yang dipelopori oleh 7 pejuang Palestina, diantaranya adalah Syaikh Ahmad Yassin, DR Ibrahim Al Bazuri (perwakilan dari Gaza City), Abdul Fatah Dakhon (perwakilan wilayah tengah), DR Abdul Azzis Ar Rantisi (perwakilan Khon Younis), Isa An Nasyar (perwakilan kota Rafah), dan Sholah Syahadah (perwakilan wilayah utara). Pada awalnya bernama HAMAS akan tetapi diganti kemudian menjadi HAMAAS dengan ditambah huruf alif dibelakang huruf mim yang dalam bahasa arab berarti kekuatan/aktivitas/ketekunan.
Adapun struktur sayap dari HAMAS terdiri dari 4 bagian :
1. Sayap mobilisasi massa
2. Sayap keamanan (dahulu bernama MAJD) yang dibentuk pada tahun 1983
3. Sayap militer (Brigadir Asy Syahid ‘Izzudin Al Qossam ) sebelumnya bernama Mujahidu Filisthin atau Al Mujahidun
4. Sayap politik
Tokoh-tokoh HAMAS dikarenakan perjuangannya yang sungguh-sungguh banyak yang akhirnya dipenjarakan, bahkan dibunuh oleh penjajah zionis Israel, seperti yang dialami oleh pemimpin HAMAS pada tahun 2004 Syaikh Ahmad Yassin yang mengalami kelumpuhan total di seluruh badan terkecuali kepala, dirudal dari helicopter Appache milik Zionis Israel, setelah pulang dari melaksanakan sholat Shubuh berjamaah di masjid. Begitu pula dengan DR Abdul Azzis Ar Rantisi yang merupakan pengganti Syaikh Yassin sebagai pemimpin HAMAS, ditembaki mobilnya oleh tentara zionis Israel sebulan setelah kejadian Syahidnya Syaikh Yassin. Setelah itu HAMAS tidak lagi mengumumkan siapa pemimpin dari HAMAS dikarenakan bahaya yang selalu datang mengancam dari penjajah zionis Israel.
Pada tahun 2006 ketika diadakan pemilu demokratis di Palestina, diluar analisa para pengamat baik dalam maupun luar negeri di Palestina, HAMAS dinyatakan menang pada pemilu tersebut dengan meraih 132 kursi di dewan legislative, atau sebesar kurang lebih 70% (Single Majority) dari total suara yang otomatis maka kursi pemerintahan berhak diduduki oleh HAMAS. Padahal berdasarkan perhitungan cepat di Univ Beit Hanun Fatah unggul 46,4% sementara HAMAS hanya 39,8%. Hal itu dikarenakan rakyat Palestina sudah bosan melihat pejabat Fatah yang korup, dan terlalu “menjilat” terhadap penjajah Israel dan sekutunya AS. Sedangkan HAMAS dinilai dapat meyalurkan aspirasi rakyat Palestina. Hal itu didasari karena HAMAS melakukan aksi atau kerja yang nyata mulai dari membangun madrasah, rumah sakit, universitas, menjadi guru bagi anak-anak rakyat Palestina hal itu untuk membantu meringankan penderitaan Palestina yang memang sangat memprihatinkan dari tahun 1948 yang dikenal dengan peristiwa Naqba (bencana besar), 1967 bahkan sampai sekarang ini. Dan juga sikap yang tegas yang dimiliki oleh HAMAS terhadap penjajah zionis Israel yang tidak mengakui entitas dan eksistensi mereka sebagai sebuah Negara dan bangsa, HAMAS berkeyakinan bahwa setiap penjajah harus keluar dari tanah air mereka, dan melindungi tanah wakaf kaum Muslimin dunia dimana terdapat masjid Al Aqsho Al Mubarok tempat Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan kiblat pertama umat Muslim dari tangan kotor zionis Israel.
Akan tetapi Israel, AS, dan sebagian negara-negara Eropa menolak dan memboikot hasil pemilu demokratis tersebut, dan inilah bukti nyata standar ganda yang dilakukan AS, dan sekutunya, ironis memang sebuah sekelompok negara yang mengaku “paling demokratis”, dan menyebarkan paham demokrasi keseluruh dunia menolak mentah-mentah hasil pemilu yang secara sah dimenangkan oleh HAMAS. Semenjak saat itu pemerintahan HAMAS dihentikan bantuannya dari sumbangan-sumbangan yang selama ini mereka berikan pada pemerintahan Fatah untuk digunakan sebagai gaji para pegawai pemerintahan, dan membangun infrastruktur. Dengan alasan bahwa bantuan tersebut akan digunakan oleh HAMAS untuk membuat dan membeli senjata yang akan digunakan menyerang Israel.
Memang rakyat Palestina merupakan bangsa yang teguh dan sabar, mereka akhirnya menyerahkan hartanya dan dukungan riil terhadap pemerintahan HAMAS, dan beruntung mereka mempunyai pemimpin yang amanah seperti PM Palestina Ismail Haniyah (dari fraksi HAMAS) yang sudah tidak memiliki harta lagi karena sudah diprioritaskan untuk membayar gaji pegawai pemerintahan. Ketika pada khutbah Jum’at di masjid kamp Jabaliya, Ia mengatakan dengan tegas “kita lebih baik makan daun za’tar, garam, dan zaitun daripada mengakui penjajahan zionis. Palestina didukung oleh Allah SWT dan rakyatnya.”
Dan tidak lama kemudian terjadi peristiwa yang menyakitkan yang dialami oleh pemerintahan koalisi yang dipegang HAMAS, secara sepihak posisi Perdana Menteri Ismail Haniyah dipecat oleh Abu Mazin (Mahmoud Abbas) dengan tanpa alasan yang jelas selaku Presiden Palestina dari Fatah, untuk kemudian digantikan dengan Salman Fayyed, dikarenakan mendapat tekanan yang luar biasa oleh Israel, AS, dan sekutunya. Dikarenakan hal itu pula maka mulai timbul pertikaian sesama bangsa Palestina. Diancamnya kader-kader HAMAS, diintimidasi bahkan beberapa dibunuh diakibatkan dari pertikaian antar sesama anak Palestina tersebut yang disebabkan oleh politik devide it impera yang dilakukan Israel, AS dan sekutunya. Sehingga kemudian para pejuang HAMAS berhasil mengusir para tentara Fatah dari jalur Gaza (Gaza Strip), sedangkan otoritas Palestina PLO yang mayoritas Fatah menguasai Tepi Barat (West Bank).
HAMAS pun menguasai jalur Gaza dan menjalankan pemerintahannya didaerah tersebut. Ketika HAMAS menguasai daerah tersebut seketika pula penjajah zionis Israel memblokade dan menutup perbatasan yang mereka kuasai sehingga bantuan kemanusiaan dari Negara lain dan PBB, tidak dapat masuk, sekalipun berhasil hanya sedikit yang masuk dan dalam jangka waktu yang lama. Sedangkan perbatasan dengan Mesir di kota Rafah tidak dibuka juga dikarenakan pemerintah Mesir mendapat tekanan yang luar biasa hebat dari Israel, AS dan sekutunya. Tidak berhenti disitu saja, penjajah zionis Israel pun memutuskan listrik dan pasokan bahan bakar keseluruh Jalur Gaza. Sehingga ketika malam hari seluruh kawasan Jalur Gaza gelap gulita, dan rakyat Palestina pun kekurangan air bersih. Padahal menurut hukum internasional Israel sebagai bangsa penjajah seharusnya memenuhi kebutuhan listrik, bahan bakar, serta kebutuhan lainnya. Praktis rakyat Palestina membuat terowongan yang diperkirakan banyaknya mencapai 400 buah dengan kedalaman 12 meter hanya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka yang dipasok dari perbatasan kota Rafah Mesir.
Pada bulan Juli tahun 2008 HAMAS beserta faksi-faksi perjuangan lainnya mengadakan perjanjian gencatan senjata selama 6 bulan dengan Israel, yang berisi point penting bahwa harus dibukanya blokade perbatasan Jalur Gaza dan membiarkan bantuan kemanusiaan masuk kedalam Jalur Gaza. Memang HAMAS dan faksi-faksi perjuangan lainnya mentaati perjanjian tersebut, akan tetapi Israel tidak dapat mentaati perjanjian tersebut dengan tidak dibukanya blokade perbatasan dan mengakhiri segala blokadenya terhadap rakyat Palestina yang berada di Jalur Gaza. Dan pada bulan Desember 2008 ketika berakhirnya gencatan senjata maka HAMAS pun menembakkan roketnya ke daerah dekat perbatasan yang memicu “kemarahan” Israel. Hal itu dilakukan pejuang HAMAS agar blockade tersebut dibuka oleh Israel. Dengan alasan “membela diri” terjadilah seperti pada tanggal 27 Desember kemarin. Israel dengan restu AS menyerang dan memborbardir secara massif ke Jalur Gaza dengan menggunakan pesawat tempur F16 dan helicopter apachenya. Guna untuk menghentikan “serangan teroris” terhadap wilayah-wilayah mereka, hingga saat ini pun Israel masih menyerang daerah dengan jumlah penduduk sekitar 1.5 juta penduduk tersebut.
Mungkin itulah sedikit dan sekilas tentang HAMAS, sebuah gerakan yang masih konsisten hingga saat ini terhadap perjuangannya dengan berlandaskan dengan prinsip-prinsip Islam yang dianutnya. Yang tegas tidak akan tunduk terhadap penjajah zionis Israel dan selalu berusaha untuk membebaskan Masjid Al Aqsho Al Mubarok dan Palestina sebagai tanah wakaf kaum Muslimin dunia. Dan kita sebagai Umat Muslim seharusnya membantu mereka, tidak termakan segala bentuk pengarahan opini (baca: fitnah) dari media barat yang menganggap gerakan ini sebagai organisasi “Teroris”, baik dengan dana dan dukungan serta do’a.
Khaibar-khaibar Ya Yahud, Jaysu Muhammad Saufa Ya’ud
Al Aqsho Haqquna
Kamis, Januari 29, 2009
Menggugat Islam Liberal
MENGGUGAT ISLAM LIBERAL
Nama Islam berasal dari bahasa arab. Yang berasal dari istilah salima-yuslimu-istislam yang berarti tunduk atau patuh, selain juga yaslamu salam yang berarti selamat, sejahtera, atau damai. Sesuai dengan Al Qur'an surat An Nissa ayat 125 yang artinya Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya pada Allah, sedang dia pun mengikuti kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.
Islam sendiri adalah sebuah ideologi yang berasal dari Allah SWT (QS Al Jaatsiyah 18) Kemudian kami jadikan kamu berada diatas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.
Liberal dalam kamus bahasa Inggris diartikan sebagai pengikut liberalisme. Sedangkan liberalisme sendiri secara umum adalah mencita-citakan suatu masyarakat yang "bebas", didirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama (Wikipedia bebas bahasa Indonesia). Atau secara ringkas dapat diartikan sebuah paham yang mengeksploitasi sebuah kata yang bernama "kebebasan".
Pada umumnya sejarah mencatat bahwa istilah liberalisme ini bermula dari apa yang disebut dengan revolusi Perancis. Yang terkenal dengan semboyan liberte (kebebasan), fraternete (persaudaraan), egalite (persaudaraan). Sebuah slogan yang semu, dalam sejarah Indonesia Gubernur Jenderal Herman William Daendles seorang Perancis yang turut dalam peristiwa revolusi tersebut. Adalah seorang Gubernur Jenderal yang terkenal akan kekejamannya. Dialah yang memerintahkan pembuatan jalan Anyer-Panarukan, yang banyak mengorbankan nyawa bangsa Indonesia.
Akan tetapi mengenai ideologi "bebas" terhadap aturan dan berpikir ini, Al Qur'an sudah terlebih dahulu mencatatnya. Di dalam surat Al A'roof 12 Allah berfirman "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) diwaktu Aku menyuruhmu? Menjawab Iblis "Saya lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan aku dari api sedang ia Engkau ciptakan dari tanah.
Dalam hal ini Iblis menggunakan akal (logika) –nya terhadap perintah Allah secara langsung, dengan mengatakan "Saya lebih baik daripadanya” dikarenakan Iblis diciptakan dari api sedang Adam as dari tanah. Padahal Allah yang memerintahkan secara langsung untuk bersujud kepada Adam as, sedangkan para malaikat pun ikut mengikuti perintah Allah tanpa menggunakan logikanya. Karena qiyas (logika) tidak dapat dipakai ketika ada nash Al Qur'an yang kuat. Dan di sebabkan oleh akal yang "bebas" ini Iblis pun diusir oleh Allah dari surga dan mendapat predikat makhluk yang hina dan mendapatkan laknat sepanjang hidupnya itulah sebab ia bernama Iblis dari wazzan fi'il diambil dari kata al iblaas yang bermakna at tai'as (putus asa) terputus dari rahmat Allah SWT.
Jadi istilah Islam-Liberal sangatlah absurd dan rancu, sebuah istilah yang sangat tidak dapat diterima oleh dalil naqli maupun dalil aqli. Bagaimana mungkin Islam yang berarti tunduk dan patuh, dapat disandingkan dengan istilah liberal yang berarti bebas tidak terikat. Dan sangatlah mustahil ideologi yang bersumber dari Allah SWT, dapat disandingkan oleh ideologi yang bersumber dari Iblis La'natullah 'Alaihi.
Hendaknya kita sebagai Umat Islam janganlah terpengaruh atau bahkan mengikuti paham yang menyesatkan ini. Karena Iblis telah berjanji untuk terus menyesatkan manusia. Dalam Al Qur'an surat Al A'roof "Karena Engkau telah menghukumiku tersesat, aku akan benar-benar akan (menghalangi) dari jalan Engkau yang lurus.
Wa Allahu 'Alam Bi Shawab… Al Aqsho Haqquna
Nama Islam berasal dari bahasa arab. Yang berasal dari istilah salima-yuslimu-istislam yang berarti tunduk atau patuh, selain juga yaslamu salam yang berarti selamat, sejahtera, atau damai. Sesuai dengan Al Qur'an surat An Nissa ayat 125 yang artinya Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya pada Allah, sedang dia pun mengikuti kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.
Islam sendiri adalah sebuah ideologi yang berasal dari Allah SWT (QS Al Jaatsiyah 18) Kemudian kami jadikan kamu berada diatas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.
Liberal dalam kamus bahasa Inggris diartikan sebagai pengikut liberalisme. Sedangkan liberalisme sendiri secara umum adalah mencita-citakan suatu masyarakat yang "bebas", didirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama (Wikipedia bebas bahasa Indonesia). Atau secara ringkas dapat diartikan sebuah paham yang mengeksploitasi sebuah kata yang bernama "kebebasan".
Pada umumnya sejarah mencatat bahwa istilah liberalisme ini bermula dari apa yang disebut dengan revolusi Perancis. Yang terkenal dengan semboyan liberte (kebebasan), fraternete (persaudaraan), egalite (persaudaraan). Sebuah slogan yang semu, dalam sejarah Indonesia Gubernur Jenderal Herman William Daendles seorang Perancis yang turut dalam peristiwa revolusi tersebut. Adalah seorang Gubernur Jenderal yang terkenal akan kekejamannya. Dialah yang memerintahkan pembuatan jalan Anyer-Panarukan, yang banyak mengorbankan nyawa bangsa Indonesia.
Akan tetapi mengenai ideologi "bebas" terhadap aturan dan berpikir ini, Al Qur'an sudah terlebih dahulu mencatatnya. Di dalam surat Al A'roof 12 Allah berfirman "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) diwaktu Aku menyuruhmu? Menjawab Iblis "Saya lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan aku dari api sedang ia Engkau ciptakan dari tanah.
Dalam hal ini Iblis menggunakan akal (logika) –nya terhadap perintah Allah secara langsung, dengan mengatakan "Saya lebih baik daripadanya” dikarenakan Iblis diciptakan dari api sedang Adam as dari tanah. Padahal Allah yang memerintahkan secara langsung untuk bersujud kepada Adam as, sedangkan para malaikat pun ikut mengikuti perintah Allah tanpa menggunakan logikanya. Karena qiyas (logika) tidak dapat dipakai ketika ada nash Al Qur'an yang kuat. Dan di sebabkan oleh akal yang "bebas" ini Iblis pun diusir oleh Allah dari surga dan mendapat predikat makhluk yang hina dan mendapatkan laknat sepanjang hidupnya itulah sebab ia bernama Iblis dari wazzan fi'il diambil dari kata al iblaas yang bermakna at tai'as (putus asa) terputus dari rahmat Allah SWT.
Jadi istilah Islam-Liberal sangatlah absurd dan rancu, sebuah istilah yang sangat tidak dapat diterima oleh dalil naqli maupun dalil aqli. Bagaimana mungkin Islam yang berarti tunduk dan patuh, dapat disandingkan dengan istilah liberal yang berarti bebas tidak terikat. Dan sangatlah mustahil ideologi yang bersumber dari Allah SWT, dapat disandingkan oleh ideologi yang bersumber dari Iblis La'natullah 'Alaihi.
Hendaknya kita sebagai Umat Islam janganlah terpengaruh atau bahkan mengikuti paham yang menyesatkan ini. Karena Iblis telah berjanji untuk terus menyesatkan manusia. Dalam Al Qur'an surat Al A'roof "Karena Engkau telah menghukumiku tersesat, aku akan benar-benar akan (menghalangi) dari jalan Engkau yang lurus.
Wa Allahu 'Alam Bi Shawab… Al Aqsho Haqquna
Langganan:
Postingan (Atom)